Cerpen Koran Minggu

Cerpen Abdullah Khusairi (Jawa Pos, 8 April 2012)

BAYANGAN penjahat tersungkur berkelebat di benaknya. Entah di bagian mana peluru bersarang, yang jelas ia telah menembak dengan benar. Sesuai prosedur. Sebutir timah panas telah merobohkan tubuh penuh tato itu. Jeritnya melengking ke langit membelah malam.

Lihat pos aslinya 1.885 kata lagi

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Cerpen Koran Minggu

Cerpen Eko Tunas (Suara Merdeka, 1 April 2012)

LARON-LARON beterbangan memburu cahaya, mengepak-kepakkan sayap pada lampu neon di depan rumah orang tua Sanu. Sanu suka karena Monica begitu senang menyaksikan gerombolan serangga bersayap di seputar cahaya putih. Bahkan di mata Sanu, perempuan bermata burung dara itu seperti bidadari berhujan-hujan laron. Tubuh tinggi padatnya seperti menari, saat menggeliat sambil mengebitkan laron kehilangan sayap.

Lihat pos aslinya 1.524 kata lagi

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Aku tak tahu ini apa

Allah. . .Aku tak tahu apa sebenarnya hidupku ini?Aku seperti tak bermilik. .Bahkan orangtuaku pun terasa tak berat.Kakak kakakku kemana?Tidak ada yang pernah memanggilku.Apakah ini keluarga?

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar